![]() |
| Ustad Angga dan Ustad Abu |
Mungkin ustad Abu Bakar Ba'asyir harus tambah bersabar. Setelah fitnah berkali-kali menimpa ustad sepuh ini kemudian pencemaran nama baiknya dan yang baru-baru ini dakwah beliau di hentikan di Pati.
Sebenarnya bukan di Pati ini saja dakwah beliau dihalangi pihak-pihak yang tidak suka terhadap penegakan Syariah Islam. Pada beberapa daerah sebelumnya, dakwah beliau selalu diikuti dengan intimidasi dari pihak musuh Islam.
Mengenai kejadian di Pati beberapa hari lalu, salah seorang koresponden MuslimDaily menceritakan prosesi pelarangannya kepada redaksi. Pada awalnya pengajian di kota Pati sudah berlangsung dua kali pada bulan sebelumnya yaitu bulan November dan Desember 2009. Pengajian ini hanya dilangsungkan sebulan sekali dan direncanakan rutin. Dua bulan awal pengajian berlangsung lancar, kemudian pada bulan berikutnya pengajian mulai terusik oleh oknum yang awalnya mengaku sebagai polisi dan melakukan tindakan teror terhadap kajian bulanan tersebut.
Tidak seperti teror-teror sebelumnya yang ditujukan kepada takmir masjid tempat pengajian berlangsung atau kepada panita. Namun kali ini yang mendapat teror adalah orang yang mewakafkan tanahnya untuk dijadikan masjid yang sudah dua kali dilangsungkan kajian ustad Abu. Hal ini disampaikan oleh panitia pengajian setempat bernama ustad Angga pada sebuah forum yang juga dihadiri ustad Abu pada saat itu, dalam kesempatan itu hadir pula perwakilan dari polres Pati.
Diceritakan jika pemilik wakaf tanah tersebut selalu dibuntuti orang kemanapun dia pergi, sampai ke pasarpun di juga terus dibuntuti, walhasil dia menjadi tidak nyaman dan khawatir terjadi apa-apa pada dirinya karena selalu diikuti oleh "intel".
![]() |
Perwakilan Polres, baju batik dan jaket hitam peci putih |
Namun, ketika kejadian tersebut diceritakan dalam forum pertemuan tersebut pihak kepolisian menyangkal dan mengaku tidak tahu-menahu mengenai teror yang dilakukan oleh anggotanya. Bahkan perwakilan dari polres mengatakan jika anggotanya mendukung kegiatan pengajian dan sebagian anggotanya juga ikut dalam kajian bulanan tersebut.
Lalu ustad Abu sebagai penengah dalam forum ini dengan bijak mengatakan bahwa kita tidak perlu terburu-buru menuduh mereka anggota kepolisian walaupun orang itu mengaku intel, karena ustad menganggap bahwa anggota kepolisian mempunyai aturan dan peraturan yang disiplin.
"Itu bukan anggota, saya curiga mereka adalah komunis atau PKI yang mengaku menjadi anggota polisi atau tentara", kata ustad Abu Bakar Ba'asyir di tengah forum tersebut.
Inti dari pembicaraan tersebut adalah untuk menentukan apakah pengajian rutin bulanan akan diteruskan atau tidak. Akhirnya keputusan forum adalah bahwa pengajian yang rencananya rutin diadakan tiap bulan di mushola Yayasan Al Azhar Pati yang berdiri di atas tanah wakaf tersebut tidak bisa dilanjutkan lagi dengan alasan pemilik tanah wakaf dalam kehidupan sehari-hari sudah tidak tenang lagi karena diganggu oleh teror dari thoghut.
Ada seorang warga Pati yang turut dalam forum pembicaraan tersebut yang mengusulkan agar panitia pengajian dan takmir masjid mengadakan pertemuan langsung dengan Kapolres Pati untuk melaporkan teror tersebut. Ustad Abu pada dasarnya setuju saja dengan usulan salah satu warga tersebut, dan akhirnya semua sepakat akan mengadakan pertemuan dengan Kapolres, namun tetap saja pengajian untuk sementara dihentikan dulu.
Pengajian ini biasanya dilangsungkan pada hari Ahad, ba'da dhuhur di mushola yang terletak di Desa Puri Rt 1 Rw 1 Pati.


