• Berita
    • Berita Lokal
    • Berita Dunia
    • Berita Ekonomi & Bisnis
    • Berita Teknologi
    • Berita Medis
    • Berita Sport
  • Artikel
    • Studi Islam
    • Info Manca Negara
    • Santai
    • Hukum
  • Opini
    • Special Feature
    • Opini
    • Wawasan Islam
  • Konsultasi
    • Syariah
    • Hukum
  • Wanita
  • Berita Anda
  • Surat Pembaca
  • Video
  • Download
  • Wisata
  • RSS
Home » Berita » Internasional » Detail
Muslimah Inggris: Jilbab Simbol Keinggrisan
Diposting Jum'at, 15-01-2010 | 06:45:18 WIB

Soha Sheikh, seorang muslimah di London mengatakan bahwa tidak ada pertentangan menjadi orang Inggris dan mengenakan jilbab, pakaian wajib bagi seorang muslimah.

"Saya fikir jilbab simbol dari Keinggrisan," demikian ujar seorang asisten di perpustakaan berusia 25 tahun tersebut kepada The Independent, Rabu 13 Januari.

Sheikh yang telah mengenakan jilbab sejak berusia 12 tahun mengatakan bahwa jilbab mencerminkan keragaman budaya yang ada di Inggris, negara bagi 2 juta muslimin.

Menurutnya bahwa menjadi seorang muslim tidak perlu malu dengan adanya stereotip yang ada selama ini.

"Jika anda tidak menghormati perbedaan ini, itu bukanlah Inggris."

"Saat kita berbicara tentang jilbab, hal pertama yang ada dalam pandangan banyak orang adalah mengekang perempuan. Hal ini cukup sulit untuk diterima beberapa orang bahwa jilbab adalah tanda kebebasan," catatnya.

"Jilbab bukanlah tanda pemisahan."

Islam memandang jilbab sebagai pakaian wajib.

Rajnaara Akhtar, yang tumbuh dalam sebuah keluarga dengan 7 saudara wanita yang mengenakan jilbab, setuju bahwa pandangan publik di Eropa tentang jilbab biasanya karena tidak mendapatkan info yang benar.

Bagi banyak muslimah di Inggris, banyak hal yang mempengarui untuk mengenakan jilbab.

"Wanita muslimah mengenakan jilbab untuk karena banyak alasan termasuk bentuk kesalehan, identitas (muslim) dan bahkan sebagai pernyataan sikap," ujar Tahmina Saleem, pendiri Inspire, sebuah lembaga konsultasi yang membantu muslimah untuk menjadi lebih vokal dalam komunitas mereka.

Bagi Sheikh, seorang asisten di perpustakaan, mengenakan jilbab adalah perasaan sebagai muslim yang berkembang saat perjalanannya di negara asalnya Pakistan yang memotivasinya memakai jilbab.

"Saya memahami bahawa jilbab merupakan suatu hal tertentu dalam agama kita. Semua orang disekitarku mengenakannya," ingatnya.

"Ini adalah pilihan saya."

Selanjuntnya dia juga merasa lebih dekat dengan muslimah yang lain.

"Ada rasa tertentu dari kebersatuan yang kamu rasakan dengan wanita lain yang mengenakan jilbab, meskipun kamu tidak mengenalnya."

"Mereka akan sering tersenyum kepada saya di jalan dan mengatakan 'salam'."

[muslimdaily.net/iol]   




Tweet

Top View

  • Fahri Hamzah: Kita Tidak Setuju Dengan Irshad ...
  • Dr. Hamid Fahmy: Fahri Hamzah Salah Memahami ...
  • Di Twitter Fahri Hamzah Memberi Kuliah, Adian ...
  • Aktivis JIL Tidak Hadir, Diskusi Jalan Terus ...
  • Ustadz Dr. Mu'inudinillah: Fahri Hamzah Bodoh ...
  • Rekaman Audio Diskusi 'Gagal' IndonesiaTanpaJIL vs ...
  • Ulil Ngeyel Mirip Bani Israel, Kata Sekjen MIUMI
  • Pesepakbola Yaya Toure: Saya Tidak Minum Alkohol, ...
  • Hasyim Muzadi: Waspada Diskusi Dengan Irshad Manji
  • Diskusi Irshad Manji Di Malaysia Dibatalkan

Latest Post

  • Rekaman Audio Diskusi 'Gagal' IndonesiaTanpaJIL vs ...
  • Universitas di China Siap Kerjasama Dengan MUI
  • Inilah Alasan Polda Metro Jaya Menolak Konser Lady ...
  • Tak Hanya FPI, Lembaga Adat Pun Juga Menolak ...
  • Meluruskan Pemberitaan Menyesatkan Bahwa Penumpang ...
  • Pemuda Muslim Jerman Tergerak Aksi Bela Nabi ...
  • Aktivis JIL Tidak Hadir, Diskusi Jalan Terus ...
  • Rusia Klaim Tewaskan Tujuh Gerilyawan Muslim ...
  • Malam Ini, Dialog Pegiat #IndonesiaTanpaJIL vs JIL ...
  • Samir Khan Terbitkan Panduan Untuk Mujahid ...

Advertising

Copyright ©2012 MuslimDaily. All Rights Opened
About | Contact Us | Info Iklan | Privacy Policy | Site Map | Banner | Term of Use | Donate Us | Rss Feed